Rabu , Januari 24 2018
Home / Headline / Saat brankas benda pusaka Kerajaan Gowa dibuka paksa, linggis yang digunakan patah
Tim pengecekan benda-benda pusaka Pemkab Gowa berhasil membuka brankas dengan menggunakan linggis, palu, dan beberapa alat berat lainnya, Minggu (11/9/2016). Proses pembukaan paksa itu, tim sempat mengalami kendala lantaran linggis yang digunakan untuk membuka brankas yang terbuat dari baja itu patah. / Ist
Tim pengecekan benda-benda pusaka Pemkab Gowa berhasil membuka brankas dengan menggunakan linggis, palu, dan beberapa alat berat lainnya, Minggu (11/9/2016). Proses pembukaan paksa itu, tim sempat mengalami kendala lantaran linggis yang digunakan untuk membuka brankas yang terbuat dari baja itu patah. / Ist

Saat brankas benda pusaka Kerajaan Gowa dibuka paksa, linggis yang digunakan patah

SUNGGUMINASA, GOWA – Perseteruan terkait adat serta hak mengurus Istana Balla Lompoa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (11/9/2016) kemarin sempat memanas.

Konflik adat ditandai pecahnya bentrokan antara Satpol PP Gowa dengan massa dari Andi Maddusila. Sekadar diketahui, Satpol PP Gowa adalah salah satu elemen otoritas Pemkab Gowa di bawah kepemimpinan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, yang belum lama ini dilantik menjadi Ketua Lembaga Adat Daerah (LAD) Gowa yang menjalankan fungsi-fungsi “Sombayya”.

Sekitar dua jam tim pengecekan benda-benda pusaka dari unsur Muspida, akhirnya berhasil membuka brankas berisikan benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa, Minggu (11/9/2016) kemarin. / Ist
Sekitar dua jam tim pengecekan benda-benda pusaka dari unsur Muspida, akhirnya berhasil membuka brankas berisikan benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa, Minggu (11/9/2016) kemarin. / Ist

Konflik bermula dari dibobolnya brankas benda pusaka Kerajaan Gowa di Balla Lompoa oleh tim yang dipimpin Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Mallagani lantaran kunci brankas dipegang Maddusila.

Dari pantauan, sekitar dua jam tim pengecekan benda-benda pusaka dari unsur Muspida, akhirnya berhasil membuka brankas berisikan benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa, Minggu (11/9/2016) kemarin.

Tim yang terdiri dari Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Mallagani, Ketua DPRD Gowa, Anzar Zainal Bate, Ketua Komisi I Yusuf Harun, Kasatpol PP Alimuddin Tiro, Kepala Inspektorat Chairil Natsir, Kepala Kesbangpol Kamaruddin Serang, Pasi Intel Kodim Gowa, Lettu Santoso Rahman, dan Kaur Intel Polres Gowa Aiptu Nurdin, mulai memasuki kamar Raja Sultan Hasanuddin sebelum magrib.

Mereka berhasil membuka dengan menggunakan linggis, palu, dan beberapa alat berat lainnya. Proses pembukaan paksa itu, tim sempat mengalami kendala lantaran linggis yang digunakan untuk membuka brankas yang terbuat dari baja itu patah.

Kendati demikian, akhirnya setelah berusaha brankas yang tersimpan di tempat tidur Sultan Hasanuddin itu bisa dibuka.

“Brankas ini terpaksa harus dibuka paksa, karena kunci brankas dipegang Andi Maddusila,” ungkap Rauf.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …