Selasa , Januari 23 2018
Home / Cantik / Selama perempuan masih ada, make up artis pasti dibutuhkan
Nunu NJ, seorang make up artis (MUA). Profesi yang membutuhkan skill untuk memperindah serta membentuk karakter wajah seseorang ini ternyata sedang digandrungi banyak orang, utamanya kaum Hawa. / Degina Adenesa
Nunu NJ, seorang make up artis (MUA). Profesi yang membutuhkan skill untuk memperindah serta membentuk karakter wajah seseorang ini ternyata sedang digandrungi banyak orang, utamanya kaum Hawa. / Degina Adenesa

Selama perempuan masih ada, make up artis pasti dibutuhkan

MAKASSAR – Menjalani profesi yang didasari hobi adalah hal yang menyenangkan, terlebih hobi yang dilakoni tersebut dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Seperti halnya make up artis (MUA), profesi yang membutuhkan skill untuk memperindah serta membentuk karakter wajah seseorang ini ternyata sedang digandrungi banyak orang, utamanya kaum Hawa.

Nunu NJ, salah seorang MUA yang baru berusia 23 tahun, menganggap profesi yang sedang dijalani merupakan hal yang menyenangkan, sekaligus menguntungkan.

“Saya bekerja sebagai tukang make up dengan membantu orang-orang yang ingin tampil cantik pada acara tertentu. Ini sangat menyenangkan bagi saya, karena apa yang saya kerjakan adalah hobi yang menguntungkan,” ujarnya di sela kegiatan Workshop Photography and Fashion for Muslimah 2016 di Hotel Amaris, Jalan Bougenville, Panakkukang, Makassar, Sabtu (4/9/2016).

Nunu yang telah mengasah bakat meriasnya melalui berbagai kelas dan workshop kecantikan, baik skala nasional maupun internasional ini, menganggap profesi yang sedang ia jalani memiliki potensi bisnis yang cukup luas.

“Saya pikir, ini usaha yang tidak ada matinya. Selagi masih ada perempuan, make MUA pasti dubutuhkan. Karena sejago-jagonya ia merias, pasti tidak bisa merias dirinya sendiri saat menikah,” ungkapnya.

Kiprah wanita ini dalam dunia merias tidak dapat diragukan lagi. Saat ini, sudah banyak yang menggunakan jasanya dari semua kalangan, baik mahasiswa, wanita karier, hingga para pejabat daerah.

“Saya pernah merias keluarga pejabat daerah sampai sembilan orang dalam sehari. Mengenai tarif, saya mematok harga mulai Rp 200 ribu-Rp 300 ribu,” beber Nunu.

Guna mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan profesi MUA, tentu ia memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari perias lainnya.

“Salah satu hal yang saya pertahankan dalam merias adalah tidak mencukur alis orang. Karena kita tahu sendiri, agama melarang itu. Jadi, saya tetap merias sesuai syariat saja,” tutup Nunu.

Degina Adenesa

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …