Rabu , Januari 24 2018
Home / Headline / Shanker RS, totalitas mengabdi di dunia film
Produser film "8 Hari Menaklukan Cowo" Shanker RS (paling kanan) saat bertamu ke Kantor MAKASSARTERKINI.com, Jalan Mappaodang, Makassar, Kamis (25/8/2016). Shanker ditemani pemain film Regina Rengganis (paling kiri), Rangga Azof (dua dari kiri), dan Fita Anggriani (dua dari kanan). / Masyudi Firmansyah
Produser film "8 Hari Menaklukan Cowo" Shanker RS (paling kanan) saat bertamu ke Kantor MAKASSARTERKINI.com, Jalan Mappaodang, Makassar, Kamis (25/8/2016). Shanker ditemani pemain film Regina Rengganis (paling kiri), Rangga Azof (dua dari kiri), dan Fita Anggriani (dua dari kanan). / Masyudi Firmansyah

Shanker RS, totalitas mengabdi di dunia film

MAKASSAR – Shanker RS dikenal sebagai produsen film-film populer Indonesia. Sebelum terlibat dalam produksi film bergenre remaja seperti yang dilakoninya dalam film “8 Hari Menaklukan Cowo”, pria kelahiran Makassar, 26 Juli 1966 ini dikenal sebagai produser film bertema horor.

Sebut saja beberapa filmnya yang “booming” seperti Rumah Pondok Indah, Hantu Jeruk Purut, Terowongan Casablanca, Malam Jumat Kliwon, dan masih banyak lagi film lainnya.

Kiprah Shanker di dunia film tidak dapat dinafikan. Selain memproduksi film-film yang cukup fenomenal, pengabdiannya yang demikian besar terhadap industri film patut mendapat apresiasi. Katakanlah ketika ia berhasil menggaet aktris horor legendaris, Suzanna untuk kembali bermain film setelah vakum selama belasan tahun. Dalam debut dari kevakumannya, pria yang menghabiskan masa kecilnya di Makassar ini berhasil meyakinkan Suzanna untuk bermain di film Hantu Ambulance.

Sebelumnya, ia juga sempat merilis buku terkait perfilman bertajuk “30 Hari Jadi Artis Top”. Di buku itu, pria berdarah India ini buka-bukaan soal cara mudah merajai dunia hiburan.

Menurutnya, buku tersebut dirilis menyusul banyaknya pecinta film Indonesia yang menanyakan kepadanya bagaimana menjadi artis, atau paling tidak terlibat dalam industri film.

“Banyak teman bertanya bagaimana cara menjadi artis. Pertanyaan seperti itu banyak datang kepada saya. Ya, sudah akhirnya saya bikin buku. Pembuatannya memang agak lambat, karena saya sambil mengerjakan film saat menyelesaikannya,” beber Shanker.

Di buku itu, ia banyak berbagi tips untuk anak-anak muda yang ingin menjadi calon bintang, khususnya pemeran dalam film. Misalnya, seseorang harus berusaha tampil berbeda agar terlihat (menonjol) di mata produser dan juga masyarakat.

“Ada ribuan artis di Indonesia, kalau tidak memiliki perbedaan yang signifikan, pasti tidak akan dilirik karena tidak memiliki ciri khas,” alasan Shanker.

Mencari perbedaan itu, menurutnya tidak perlu lewat sensasi “murahan”. Ia mengungkapkan, unsur pembeda bisa berasal dalam diri sendiri. “Aktualisasikan apa kelebihan yang dimiliki, juga apa kekurangannya. Hal itu bisa bikin kita berbeda dari orang lain,” papar Shanker.

Belum lama ini, ia bersama beberapa kru film 8 Hari Menaklukan Cowo bertamu ke Kantor MAKASSARTERKINI.com untuk mempromosikan film terbarunya tersebut. Shanker mengaku, barometer melihat kesuksesan film yang bakal laris atau tidak, dapat dicermati dari perilaku penonton di Makassar.

“Perkembangan sineas atau sinematografi di Makassar sangat berkembang. Demikian juga perilaku penonton. Di Jakarta, kami selaku produser film senantiasa memantau perkembangan film kami di kota ini. Jika sukses ditonton banyak orang pada hari pertama, berarti film tersebut bakal laris,” ungkap Shanker.

Pemilik Bioskop Artis yang dulu populer di Makassar ini tidak mengada-ada. Ia melihat perkembangan itu faktual. Ini dapat dilihat dari suksesnya film-film lokal karya putra daerah Makassar seperti film Bombe, Sumiati, dan baru-baru ini Uang Panai.

Lantas, apa harapan Shanker dari kunjungannya yang singkat di kota kelahirannya Makassar ini? Yang pasti, ia berharap film teranyar yang digarapnya, 8 Hari Menaklukan Cowo dapat diterima penonton di Makassar.

“Iya, pasalnya seperti yang saya bilang, barometer melihat kesuksesan film apakah bakal laris atau tidak, bermula dari Makassar,” imbuhnya.

Effendy Wongso

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …