Selasa , Januari 23 2018
Home / Budaya / Siri’ Naranreng, Harga Diri Tertinggi Suku Bugis
senibudaya-8

Siri’ Naranreng, Harga Diri Tertinggi Suku Bugis

senibudaya-8

Bugis adalah Suku yang mempunyai keinginan sangat tinggi untuk berhasil. Dalam sebuah pernyataan adat, hanya untuk Siri’ lah kita hidup didunia. Itu lah sebabnya semua etnik Bugis akan mati – matian bertarung untuk meraih kesuksesan di daerah mana dia berada, meskipun nyawa adalah taruhannya.

Seperti kita ketahui bagi suku Bugis Siri’ sangat hakiki dan harga mati. Harga diri orang Bugis yang tertinggi selain agama adalah perempuan. Tidak sedikit orang rela mati karena mempertahankan perempuannya dari pelecehan, baik saudara perempuan, isteri, ibu, maupun perempuan yang mempunyai hubungan kekeluargaan. Hal tersebut kita kenal dengan istilah Siri’ Naranreng (harga diri yang dipertaruhkan). Siri’ Naranreng menjadi payung pelindung dari perbuatan yang tak bermoral.

Apabila isteri atau keluarga perempuan yang bersuami di dapatkan melakukan perzinahaan, maka jawabannya adalah nyawa. Kalau seorang suami mengetahui dengan pasti atau mendapati isterinya berzinah, maka wajib membunuh kedua orang yang melakukan sehingga melanggar norma adat tersebut. Bahkan bukan saja suami dari isteri yang berzinah yang berhak membunuh, saudara lelaki dan orang tua dari perempuan yang berzinah juga bisa membunuh, sebagai penebus aib dari pihak keluarga suami.

Perkawinan sangat sakral dalam budaya Bugis. Makanya yang menjadi prioritas utama seorang lelaki Bugis saat mencari isteri adalah berasal dari keluarga yang bebas perzinahan. Suku Bugis mempercayai bibit pezinah juga akan menghasilkan buah pezinah. Sangat dilarang keras menikah  dengan  anak keturunan kawin lari, anak luar nikah, atau anak dari hamil luar nikah.

Di daerah Bugis, tidak heran ada isteri ditinggalkan oleh suami yang merantau bertahun-tahun, bahkan berpuluh tahun, tetapi mereka tetap setia menjaga kehormatan dirinya sebagai kehormatan utama dari suami dan keluarganya. Tidak ada nilai seorang lelaki kalau isterinya pernah selingkuh, atau ada hubungan cinta dengan laki-laki lain, walaupun tidak melakukan perzinahkan.

Kallolo to ugi’ (pria Bugis) dikatakan berani jika mampu menjaga kehormatan Ana’Dara Ugi’ (perempuan Bugis). Pria Bugis adalah pelindung bagi kaum perempuan Bugis.

Check Also

Ilustrasi cerpen Kunang-kunang dalam Bir. / Ist

Kunang-kunang dalam Bir

Kunang-kunang dalam Bir Oleh Djenar Maesa Ayu MAKASSARTERKIN.COM – Di kafe itu, ia meneguk kenangan. …