Senin , Januari 22 2018
Home / Headline / SMA 4 Bantimurung gelar festival kupu-kupu
Festivval kupu-kupu SMAN 4 Bantimurung / Foto : Syamsir
Festivval kupu-kupu SMAN 4 Bantimurung / Foto : Syamsir

SMA 4 Bantimurung gelar festival kupu-kupu

MAROS – SMA 4 Bantimurung menggelar festival kupu-kupu dalam rangka pencapaian SMA adiwiyata, Minggu 16 Oktober 2016. Siswa juga menggelar jalan santai di akhir pekan.

Ratusan siswa SMP dan SMA se- Kabupaten Maros memanfaatkan hari libur ini dengan menjadi peserta  lomba fashion show. Berbagai busana unik yang dikenakan oleh peserta, seperti pakaian mirip kupu-kupu terbuat dari bahan daur ulang. Koran dan plastik bekas yang dibuang diolah kembali menjadi bahan berguna.

Busana siswa juga terbuat dari kantong kresek dan sedotan. Barang bekas tersebut dirangkai menyerupai busana megah dan unik yang terbuat dari barang bekas.

Semua peserta berjalan kaki di sekitar SMA 4 Bantimurung dengan panjang jalur 1,5 kilometer untuk memperlihatkan busana kepada masyarakat bahwa betapa berartinya barang bekas tersebut.

Pendiri Forum Intelektual Muda Bantimurung, Idial Wahid mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk perhatian pemuda dan siswa untuk kebersihan dan menjaga lingkungan sekitar sekolah maupun di luar sekolah.

“Dalam sebuah lomba ini, kami tekankan kepada peserta untuk membuat busana daur ulang. Karena Kita ingin, lingkungan kita tidak tercemar oleh sampah dan agar dapat mengetahui betapa penting nya sampah dalam penggunaannya. Makanya, barang bekas yang didaur ulang tersebut, menjadi sebuah bentuk benda yang dapat di gunakan ,” kata Idial.

Panitia juga memberikan pertanyaan kepada peserta seputar lingkungan untuk menguji pengetahuan siswa untuk dijadikan sebagai duta sekolah Adywiyata atau sekolah yang berbasis lingkungan.

Meski meriah, namun kegiatan tersebut tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat, sehingga pelaksanaannya dilakukan dengan sederhana dan sesuai kemampuan.

“Pemilihan busana kupu-kupu ini juga bertujuan, agar siswa juga dapat melestarikan spesies kupu-kupu endemik yang terkenal sebagai ikon wisata alam Bantimurung,” katanya

Syamsir

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …