Selasa , Januari 23 2018
Home / News / Sosok Almarhumah Rezky di Mata Sahabat
Almarhumah Rezky Evienia Syam dan Safri A Messe. (foto: Instagram)
Almarhumah Rezky Evienia Syam dan Safri A Messe. (foto: Instagram)

Sosok Almarhumah Rezky di Mata Sahabat

MAKASSAR – Kepergian almarhumah Rezky Evienia Syam setelah koma selama empat hari di Rumah Sakit Dr Wahidin begitu mengejutkan oleh keluarga, kerabat dan sahabatnya di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Seperti Safri A Messe, sahabat almarhumah yang tidak menyangka bahwa karibnya sejak di Sekolah Menengah Atas (SMA) itu meninggal dalam keadaan tidak wajar. “Saya tidak nyangka akan kehilangan sahabat dalam keadaan yang tidak wajar. Tetapi saya yakin semua itu adalah rencanakan Allah SWT. Baik buruknya telah diatur olehnya,” kata Safri kepada MAKASSARTERKINI.com Kamis 9 Juni 2016.

Baca juga: TBM FK UMI Dibekukan Hingga Tanpa Batas Waktu

Almarhumah yang disapa Kiki menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa 7 Juni 2016 di Rumah Sakit. Mahasiswa FK angkatan 2014 dilarikan ke rumah sakit akibat dugaan kekerasan saat mengikuti kegiatan organisasi kemanusiaan Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran UMI, di pegunungan Tombolo, Kecamatan Malino, Kabupaten Gowa‎, Sabtu 4 Juni 2016 lalu.

Safri yang juga mahasiswa Fakultas Bahasa Inggris UMI telah bersahabat dengan Kiki sudah empat tahun lebih. Menurutnya almarhum, terbuka untuk berteman dengan siapa saja. “Orangnya berbeda, namun dia tidak memberikan sekat antara teman yang satu dengan teman yang lainnya,”

Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Mamuju, Kiki memang sudah bergabung dengan organisasi kemanusiaan, Palang Merah Indonesia. Sejak saat itulah, kata dia, jiwa sosial Kiki sudah mulai muncul, apa lagi dia bercita-cita ingin menjadi Dokter.

Karena itu lah, Kiki memilih Fakultas Kedokteran UMI dan aktivitas kegiatan kemanusiaan disalurkan melalui TBM FK UMI. “Sejak SMP itulah dia sering ikut dalam kegiatan-kegiatan sosial. Kiki punya cita-cita menjadi dokter untuk akan membantu sesama ” kata Safri.

Safri dan almarhumah terakhir kali bertemu di gedung Fakultas Kedokteran UMI. Keduanya sempat bertegur sapa. “Dia begitu bersemangat dan antusias dengan kesibukannya sekarang, ” kata Safri.

Baca juga: Polres Gowa Olah TKP Kematian Mahasiswa UMI

Dia berharap keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan berada dalam lindungannya.

“Tuhan lebih menyayangimu kali ini, ia ingin kau berada di sisinya. Aku tahu kau tak sebetulnya pergi hanya saja berpindah tempat. Semua sdah ada jadwalnya bukan? dan kau beruntung giliranmu yg terpanggil duluan, itu artinya tuhan sangat rindu padamu. Kuharap kau sedang terseyum disana disisiNya, disaat kutulis seucap kalimat untukmu. Selamat jalan sahabatku kiki. Do’a selalu teriring untukmu. ” tulis Safri di akun Instagramnya bernama @bangsaproll.

Ia juga memposting foto dirinya bersama Kiki saat sesama SMA dulu.

Prayudha

 

 

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …