Selasa , Januari 23 2018
Home / News / Ternyata, Nuklir AS Dikendalikan dari Komputer Jadul
ilustrasi/Techinsider
ilustrasi/Techinsider

Ternyata, Nuklir AS Dikendalikan dari Komputer Jadul

MAKASSARTERKINI.com – Pemerintah melaporkan bahwa nuklir Amerika masih dikendalikan dari komputer jadul yang masih menggunakan floppy disk 8 inci, namun hal itu dianggap tidak buruk atau malah paling aman dari serangan hacker.

“Masalah keamanan terbesar di sini adalah bukan komputer yang telah berusia 40 tahun, melainkan bagaimana kualitas kunci keamanan di mana komputer ditempatkan,” kata Cris Thomas, ahli strategi dari Tenable Network Security dalam sebuah pernyataan yang dilansir Tech Insider, Minggu 29 Mei 2016.

Baca juga: Ponsel Tangguh CAT S60 Mulai Dipasarkan Juni

Thomas adalah mantan hacker yang dikenal dengan nama anonim Space Rogue dan dia adalah salah satu pendiri komunitas hacker legendaris, Collective L0pht. Kelompok ini terkenal karena memberi kesaksian ke Senat AS pada 1998 bahwa hal itu bisa membobol jaringan dalam 30 menit.

Menariknya lagi, senjata nuklir yang berjalan pada komputer puluhan tahun dengan disket justru membuatnya sangat sulit untuk tembus hack, fakta itu sudah dicontohkan pada sejumlah komputer di Angkatan Udara AS sehingga benar-benar upgrade CPU komputer tidak diperlukan.

Thomas mengatakan bahwa kemungkinan besar Pentagon menggunakan IBM Series/1 Computer untuk mengontrol pesawat nuklir. Artinya hal itu tidak terhubung ke Internet atau jaringan yang akan memberikan akses kontrol dari jarak jauh – jadi hacker perlu berada di dalam terminal untuk benar-benar melakukan kerusakan.

Dia juga mengatakan komputer yang digunakan itu “terkenal diandalkan” sehingga dirinya tidak heran menggunakan komputer itu sampai saat ini.

“Selama milik mereka dapat membuat salinan reguler dari perangkat lunak pada floppy 8 inch sehingga mereka tidak menurunkan, dan mereka memiliki salinan cadangan dalam disket baru, tidak ada alasan sistem itu tidak akan bertahan 40 lain tahun, ” katanya.

Baca juga: Microsoft Dituduh Gunakan ‘Trik Kotor’ Untuk Upgrade Windows 10

Dia juga memperingatkan bahwa, meskipun komputer sudah usang membuat hacker kesulitan, itu juga menyebabkan sulit untuk memperbaiki bila terjadi kesalahan, karena menggunakan bahasa coding sudah tua. Bahkan programmer lebih sedikit tahu COBOL atau FORTRAN, ” jelasnya.

Apapun, laporan tersebut mencatat bahwa berencana untuk memperbarui DoD. “solusi penyimpanan data, port prosesor ekspansi, terminal portabel, dan terminal desktop untuk akhir tahun anggaran 2017.”

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …