Senin , Januari 22 2018
Home / Internasional / Tunda Bayar Utang Biskuit, Pasangan Suami Isteri Dibunuh
Warga Dalit, kasta terendah, berunjuk rasa memprotes pembunuhan itu. (BBC)
Warga Dalit, kasta terendah, berunjuk rasa memprotes pembunuhan itu. (BBC)

Tunda Bayar Utang Biskuit, Pasangan Suami Isteri Dibunuh

MAKASSARTERKINI.com – Pasangan suami istri dari kalangan Dalit India di negara bagian Uttar Pradesh tewas mengenaskan lantaran tidak membayar utang sebesar 15 rupee atau sekitar Rp3.000 kepada pemilik toko kelontong yang berasal dari kasta tinggi. Utang itu merupakan harga dari tiga bungkus biskuit.

Sadisnya, sang suami dibunuh dengan cara dipenggal sementara si istri meninggal setelah kena tikaman dari pemilik toko kelontong pada Kamis 28 Juli 2016. Peristiwa itu terjadi pemilik toko menangih utang biskuit, semetara pasangan ini mengatakan mereka perlu waktu untuk membayar.

Polisi mengatakan pemilik toko kelontong itu telah ditangkap.

Warga Dalit dikenal sebagai kasta terendah dalam hirarki kasta Hindu India.

Polisi mengatakan kepada kantor berita Press Trust of India insiden itu terjadi di distrik Mainpuri Kamis pagi ketika pasangan itu sedang dalam perjalanan untuk bekerja.

Mereka dicegat oleh Ashok Mishra, pemilik toko kelontong di desa itu, yang menuntut pasangan itu untuk memberikan uang pembayaran tiga bungkus biskuit yang mereka telah beli bagi tiga anak mereka beberapa hari lalu.

Pasangan itu kemudian meminta kesabaran dan berjanji akan membayar setelah menerima upah harian mereka malam itu.

“Ketika Mishra berteriak-teriak meminta pembayaran, pasangan itu berjalan menuju ladang. Mishra kemudian berlari ke rumahnya yang tak jauh letaknya dan dan kembali membawa kapak. Dia menghujamkam kapaknya berulanfg kali pada Bharat dan kemudian menyerang Mamta yang berusaha untuk menyelamatkan suaminya. Pasangan itu meninggal di tempat,” papar Nadeem, seorang warga setempat, kepada surat kabar Indian Express.

Masyarakat Dalit di desa itu memblokir jalan untuk memprotes kejadian tersebut.

Awal bulan ini empat warga Dalit diserang oleh pasukan perlindungan sapi bentukan warga ketika mencoba untuk menguliti seekor bangkai sapi di negara bagian Gujarat barat.

Sapi merupakan hewan suci bagi umat Hindu dan mpemotongan hewan ini dilarang di banyak negara bagian India.

Maret lalu, seorang lelaki Dalit dibunuh karena menikahi perempuan dari kasta yang lebih tinggi di negara bagian selatan Tamil Nadu. (BBC)

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …