Sabtu , Februari 24 2018
Home / News / Uang Korupsi Rp 4 miliar yang Dikembalikan Lebih Rp 2 Juta
Begini Kondisi Mata Uang Dunia di Januari 2016
ilustrasi

Uang Korupsi Rp 4 miliar yang Dikembalikan Lebih Rp 2 Juta

MAKASSAR – Duit hasil korupsi sebesar Rp 4 miliar yang dikembalikan Irsan Syarifuddin, tersangka kasus korupsi pengadaan alat kesehatan dan KB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa tahun 2012-2013, ternyata lebih Rp 2 juta.

“Setelah dilakukan pengecekan keaslian dan perhitungan yang berjalan satu setengah jam tadi malam, ternyata ada kelebihan Rp 2 juta. Dan kelebihan itu langsung dikembalikan kepada istri tersangka, Hamsinah,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati, Salahuddin, Selasa 29 Maret 2016.

Salahuddin juga mengungkapkan, bahwa pascah perhitungan kerugian negara selesai, Tim Penyelidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Belopa yang mendampingi penyerah itu, langsung menyerahkan pada Bendahara Kejati Sulselbar tepat pukul 19.30 wita .
Kemudian, kata dia, dengan pengawalan terbuka dan tertutup oleh pihak pengamanan Intelejen Kejati dan kepolisian serta didampingi Asisten Intelejen kejati.

Lihat juga: Koruptor Ini Kembalikan Uang Negara Rp 4 Miliar

“Bendahara kejati langsung menyerahkan kepada pihak Bank BRI Ahmad Yani Makssar yang dibuktikan dengan penandatanganan Berita Acara Penyetoran Titipan Kerugian Negara tersebut,” terang Salahuddin.

Saat ditanyai penyetoran sejumlah uang tersebut, Salahuddin menerangkan, bahwa dana tersebut disetor pada rekening BRI sebagaimana yang ditunjuk oleh negara dalam hal ini, Kementrian Keunagan.

“Penyetoran itu statusnya dalam bentuk titipan, ketika perkara ini sudah Incraht atau berkekutan hukum tetap, baru bisa dikembalikan ke khas negara,” papar Salahuddin.

Sebelumnya, tersangka kasus dugaan korupsi Alat kesehatan (Alkes) dan KB pada Rumah Sakit (RS) Batara Guruh Belopa 2012 dan 2013, Irsan Syarifuddin mengembalikan Kerugian Negara sebesar Rp 4 Miliar di gedung Keajati Sulselbar dengan inisiatif sendiri.

Pengembalian kerugian negara tersebut diberikan oleh Istri tersangka Hamsinah sekira pukul 18.30 wita, dampingi oleh kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Belopa Zet T.A dan di saksikan langsung oleh kepala Kejati Sulselbar Hidyatullah serta Asisten Intelejen Marang, Koordinator bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus)

Herman Kambuna

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …