Selasa , Januari 23 2018
Home / News / Wakepsek SMAN 1 Makassar Dipolisikan Karena Pukuli Siswanya
Ilustrasi
Ilustrasi

Wakepsek SMAN 1 Makassar Dipolisikan Karena Pukuli Siswanya

MAKASSAR,– Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Kota Makassar Iskandar dilaporkan ke polisi. Ia dilaporkan karena menganiaya siswanya sendiri, Muhammad Fatir (15 tahun) siswa kelas X.

Orang Tua Fatir, Jafring Hadiwijaya mengatakan, anaknya telah ditendang di bagian tulang kaki sebanyak 4 kali. Akibatnya, kalau berjalan harus pincang karena menahan rasa sakit.

“Anak saya dibilangi kurang ajar sama gurunya. Kemudian dia jawab siapa yang kurang ajar?. Setelah itu anak saya ditendang di bagian tulang kakinya sebanyak 4 kali,” kata Jafring di Balai Kota Makasaar, Senin 1 Februari 2016.

Lihat Juga: Sebanyak 800 Siswa SMA Pangkep Ikut TOA

Jafring di Balai Kota Makassar untuk melaporkan pemukulan anaknya kepada pemerintah kota. Kasus ini pun sudah dilaporkan oleh orang tua siswa ke Polsek Bontoala Makassar.

“Dia itu pendidik bukan pembidik, dia itu pengajar bukan penghajar. Kenapa begitu, pokoknya saya akan lanjut terus sampai masalah ini selesai. Pokoknya sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Jafring tidak terima anaknya dipukul di sekolah.

Tidak hanya melapor ke polisi, Jafring juga melaporkan Iskandar ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar.

Lihat Juga: Agar Siswa Lancar dan Paham Bacaannya, Gunakan Buku Ini!

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, Ahmad Hidayat mengatakan, kasus ini tengah dalam proses hukum. Kasusnya juga sudah sampai ke inspektorat.

“Bahkan kami langsung turun ke lokasi untuk mencari tahu permasalahan sebenarnya. Nanti inspektorat yang proses,” kata Hidayat.

Kepala SMAN 1 Kota Makassar, Muh Asman mengatakan, telah melakukan koordinasi dan upaya mediasi kepada dua belah pihak. Namun sejauh ini saran yang disampaikan kepala sekolah tidak juga diindahkan oleh Iskandar.

Lihat Juga: Siswa Sekolah Membuat Perpustakaan dan Mengelolanya Sendiri

“Ternyata tidak bisa selesai secara kekeluargaan,” kata Asman.

Sementara itu, Iskandar tidak bisa dikonfirmasi. Nomor telepon yang dimiliki penulis tidak aktif. Bahkan sudah dihubungi berulang kali.

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …