Sabtu , Februari 24 2018
Home / - / Wali Kota Danny Pembicara di ISCF 2016 Bandung
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto pembicara pada International Smart City Forum (ISCF) 2016 Bandung yang dihelat selama dua hari, 2 hingga 3 September 2016 di The Trans Luxury Hotel Ballroom, Bandung.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto pembicara pada International Smart City Forum (ISCF) 2016 Bandung yang dihelat selama dua hari, 2 hingga 3 September 2016 di The Trans Luxury Hotel Ballroom, Bandung.

Wali Kota Danny Pembicara di ISCF 2016 Bandung

BANDUNG – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto pembicara pada International Smart City Forum (ISCF) 2016 Bandung yang dihelat selama dua hari, 2 hingga 3 September 2016 di The Trans Luxury Hotel Ballroom, Bandung.

ISCF adalah forum saling berbagi solusi efektif dan best practice bagi berbagai kota dan kabupaten sehingga setiap pengguna dan pengembang aplikasi Smart City dapat bekerjasama untuk meningkatkan kualitas teknologinya.

Tahun ini tema yang diusung adalah Identifying Challenges and Sollutions to Develop Smart City for Better Tomorrow yang menitikberatkan pada berbagi informasi dan solusi terhadap masalah dan perkembangan teknologi kota pintar di Indonesia.

Bersama Wali Kota Danny, turut menjadi pembicara Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Wali Kota Danny berbicara pada sesi diskusi II dengan topik Smart City Implementation, Sabtu, (3/09/2016).

Lewat pemaparannya, wali kota pemegang sertifikat tertinggi di bidang arsitektur itu menguraikan bentuk – bentuk implementasi Smart City di kota yang dipimpinnya.

“Cara kami membumikan Smart City dengan menggandengkannya bersama konsep kearifan lokal yang dikenal oleh masyarakat kami dengan karakter Sombere,” sebut Danny dalam presentasinya.

Sombere dan Smart City menjadi salah satu program andalan pemerintahan DIA (Danny – Ical). Lewat karakter Sombere, Smart City diperkenalkan ke warga kota sampai di pemukiman – pemukiman di daerah pinggiran kota.

“Kami memiliki protokol Sentuh Hati, di mana setiap lurah dan camat mengunjungi minimal 20 rumah warga setiap pekannya untuk mengetahui keluhan sekaligus memperkenalkan program pemerintah kota. Tuga hari dalam seminggu, Selasa, Rabu, dan Kamis,” papar Danny.

Protokol Sentuh Hati lanjutnya, mengadaptasi karakter Sombere orang Makassar. Dengan keramahan dan bahasa yang mudah dipahami, lurah dan camat di kota Makassar mengenalkan Smart City kepada warganya.

Implementasi Smart City telah cukup lama digaungkan pemerintahan Danny. Di hari pelantikannya (8 Mei 2014), Wali Kota Danny menggandeng perusahaan raksasa Microsoft bekerja sama menciptakan partisipasi warga secara lebih efektif, meningkatkan efisiensi pemerintah dan mengembangkan ekosistem perangkat lunak lokal dengan memaksimalkan potensi manfaat teknologi cloud.

Sejak saat itu, konsep Smart City diterapkan secara simultan di kota Makassar. Konsep kota cerdas Makassar menyentuh hampir seluruh lini kehidupan warga. Mulai di bidang kesehatan, pendidikan, kependudukan, pajak hingga perbankan.

“Kami memiliki teknologi Smart Card, sebuah kartu multi fungsi yang dapat dimanfaatkan untuk transaksi keuangan, perbankan dan memuat informasi kependudukan dan pajak. Desain pengembangannya, kartu ini dapat menyimpan data rekam medik pemiliknya,” terang Danny.

Di bidang kesehatan, sambung Danny, Smart City diaplikasikan pada program Dottoro ta lazim diistilahkan home care yang berbasis telemedicine. Pasien menguhubungi call center Home Care yang terdapat di 46 Puskesmas. Setelah mengantongi data pasien, mobil home care yang ditumpangi dokter dan perawat dilengkapi fasilitas EKG meluncur ke rumah pasien.

Bagian tercanggih dari basis telemedicine bagi pasien jantung, data medis pasien berupa rekaman EKG dikirimkan ke server yang dilanjutkan ke dokter ahli setelah itu diagnosanya akan terkirim melalui smartphone petugas medis yang berada di rumah pasien.

Home Care berbasis telemedicine mampu mereduksi jumlah kunjungan pasien ke Puskesmas, dan Rumah Sakit milik pemerintah kota Makassar. Layanan kesehatan 24 jam saat ini berjumlah 48 unit yang melayani warga di empat belas kecamatan se – kota Makassar.

Selain di bidang kesehatan, Smart City di Makassar juga menyentuh ranah pendidikan dengan meluncurkan Makassar Student Smart Card bekerjasama dengan BNI.

Kartu pintar pelajar ini mampu memonitor kehadiran siswa di sekolah, jadwal ujian, hingga jenis jajanan yang dikonsumsi oleh anak sekolah. Seluruh laporannya akan masuk ke handphone pintar orang tua siswa. “Jadi, orang tua dapat mengontrol anak – anaknya setiap saat lewat kartu ini,” kunci Danny yang juga ayah dari tiga puteri.

Degina Adenessa

Check Also

Sekretaris Jendral Golkar Idrus Marham. / Muh Nasruddin (Dok MT)

Golkar siapkan Nurdin Halid di pilgub Sulsel

MAKASSAR – Partai Golkar mulai mempersiapkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin …