Sabtu , Februari 24 2018
Home / Hiburan / Wartawan Kompas Ini Umumkan Ganti Nama
Foto Raani Ayuu diambil dari Twitter / Desain : Alvin Garamar
Foto Raani Ayuu diambil dari Twitter / Desain : Alvin Garamar

Wartawan Kompas Ini Umumkan Ganti Nama

MAKASSAR – Wartawan Kompas Reny Sri Ayu memutuskan mengganti namanya. Tepat pada 29 Februari 2016. Pergantian namanya diumumkan langsung melalui grup media sosial wartawan. “Panggil saya Rani,” kata Rani Senin 29 Februari 2016.

Sebelumnya Rani menganggap bahwa nama itu tidak punya arti penting bagi pemiliknya. Tapi hari ini Rani berubah. Dengan beberapa pertimbangan, dan masukan dari orang terdekatnya, Rani dengan penuh kesadaran mengganti namanya. “Nama lengkap saya Raani Ayuu,” kata Rani.

Rani meminta maaf jika teman temannya akan kesulitan. Karena harus mengubah kebiasaan dari memanggil Reny menjadi Rani. “Saya sangat berterima kasih untuk kesediaan teman teman memanggil saya dengan nama panggilan baru saya. Rani,” katanya.

Banyak alasan yang menyebabkan orang mau mengganti namanya. Misalnya dengan alasan sering sakit dengan namanya, merasa kurang rejeki, dan yang sering terjadi adalah yang bersangkutan menjadi daftar pencarian orang.

“Agak kurang cocok kayaknya (nama Reny), kalau saya simpel saja. Lebih mudah saya tulis Rani dalam huruf arab ketimbang Reny,” kata Rani.

Lihat juga : Kenapa 29 Februari Sangat Spesial ?

Rani juga sudah memikirkan kemungkinan dirinya akan mendaftarkan perubahan namanya ke kantor dinas kependudukan dan catatan sipil. “Setidaknya panggilanku dulu yang berubah,” katanya.

Pada akun twitternya, Rani menulis tentang dirinya : perempuan biasa walau kerap disebut bukan perempuan biasa.

Rani adalah wartawan Kompas yang sekarang bertugas di Kota Makassar. Sebelumnya ditugaskan di Kota Palu Sulawesi Tengah.

Namanya sempat mencuat ke publik karena menjadi korban kekerasan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Bungku, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah bulan Mei tahun 2012. Kala itu Reny dianiaya warga saat menjalankan tugas. Meliput dugaan penyelewengan BBM bersubsidi ke perusahaan tambang.

M Yunus

Check Also

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis beberapa daerah di Sulsel yang masuk dalam kategori rawan bencana longsor, Rabu 28 September 2016 / Arul ramadhan

Bupati himbau masyarakat waspada, Jeneponto bakal dilanda “banjir”

JENEPONTO – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menghimbau kepada seluruh warga Jeneponto tetap waspada, khususnya yang …